Personal Life

Anak dan Sejuta Kesabaran

Anak-anak kecil memang lucu dan menggemaskan. Tapi tidak setiap saat dia akan berperilaku manis. Ada saja tingkahlaku yang akan membuat keki dan geregetan bahkan terkadang membuat kita geram. Menghadapi anak-anak harus ekstra sabar. Dan ini yang susah.

Tapi kalau kita renungkan sebenarnya yang mereka lakukan tidak ada yang salah. Apalagi di usia balita, mereka sedang senang-senangnya meniru apa yang dilihatnya – kita pun sebenarnya berkontribusi mengajarakan mereka. Siapa tahu mereka meniru apa pun yang kita lakukan tanpa kita sadari. Jadi apa yang dilakukan anak adalah cerminan diri kita.

Kalau kita marah-marah terhadap mereka selayaknyalah kita memarahi diri sendiri. Contoh kecil aku sempet gregetan sama si ganteng Beryl, gara-gara dia enggak mau sekolah. Ketika aku tanya jawabannya singkat “males ah”. OMG dalam hati ku. Dari mana dari mana kata-kata itu berasal. Ternyata dia pernah mendengar pembicaraanku saat berchit-chat ria dengan seorang teman via telepon. Gubraksss.

Tapi kita sering tidak sadar. Lalu memarahi dan menghakimi mereka. Kata-kata dasar anak bandel, pemalas, nakal malah meluncur dari mulut orang tua. Bahkan malah memberi hukuman fisik, mencubit, menjewer dan memukul. Terkadang ada orang tua yang berkata “Untung bukan anak saya. Kalau anak saya sudah saya pites.”Sebuah paradoks.

Alih-alih ingin menunjukkan rasa sayang, justru kita menyakiti mereka. Semoga aku bukan termasuk orang seperti itu dan semoga selalu ada kesabaran dalam menghadapi anak-anakku tercinta.

I Love you Beryl, I love you Dasha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s