Personal Life

Hal yang paling aku benci di setiap pagi

Masih terbayang wajah Beryl yang merenggek agar bundanya tidak pergi bekerja. Setelah menangis kejar, ia pun terlelap dalam pelukanku. Dan…dengan berat hati aku membaringkannya di atas kasur dan meninggalkannya pergi. Peristiwa itu selalu terjadi setiap aku akan pergi menuju kantor. “Una angan keja,” kalimat yang selalu Beryl ucapkan ketika melihat aku tengah bersiap-siap atau tengah berdandan.

Setiap kali aku mendengar kalimat itu, hatiku bergetar. Rasanya ada beban berton-ton yang menggelayut di kakiku. Sampai-sampai sulit untuk berjalan. Belum lagi ditambah tatap mata si cantik Dasha. Gadis kecilku ini memang belum bisa bicara. Namun setiap kali aku akan pergi keceriaan langsung hilang dari wajahnya. Bibirnya manyun, bentuk protes Dasha kepada diriku.

Oh Beryl, oh Dasha…Bunda ingin kalian tahu nak, Bunda sangat mencintai dan menyayangi kalian. Bunda bukan tak ingin berada disamping kalian.  Bunda bekerja karena bunda ingin memastikan, bahwa suatu saat nanti bunda bisa membantu mewujudkan mimpi-mimpi kalian. I love U Beryl dan Dasha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s