Interview

Jababeka:Mengubah Potential Demand Menjadi Existing Demand

Interview
SD Darmono pendiri dan presiden direktur PT Jababeka Tbk

Meski kondisi ekonomi sedang tidak bersahabat akibat krisis ekonomi yang dihembuskan dari negeri Paman Sam, pengembang kawasan Jababeka, PT Jababeka Tbk. tidak sekalipun berniat mengerem laju ekspansinya. Perusahaan dengan kode emiten KIJA ini tetap berniat melanjutkan semua pembanguan proyek yang telah berjalan sejak tahun lalu. Rencana ekspansi terus dilakukan karena masih besarnya kebutuhan infrastruktur di dalam negeri. SD Darmono pendiri dan presiden direktur PT Jababeka Tbk mengatakan hal tersebut kepada Evi Ratnasari dari Warta Ekonomi di sela-sela acara diskusi Entrepreneur Forum yang diselenggarakan Ernest and Young di Jakarta pada petengahan Juli 2009 lalu. Berikut petikannya,

Seperti apa konsep pembangunan Jabeka?
Kita sebenanya ingin membuat daya saing Jababeka juga bermanfaat bagi Indonesia secara keseluruhan. Kalau bicara tentang kekayaan, negara kita ini kaya.Tapi kita miskin dalam hal pendidikan dan kesehatan. Apa yang mesti kita perbuat untuk meningkatkan competitive edge kita?.Sumber daya manusia (SDM) yang kita gerakan dan ditingkatkan. Sehingga konsentrasi Jababeka sebetulnya lebih banyak ke pendidikan. Kita membangun education park yaitu kawasan industri pendidikan agar daya saing Jababeka dan sebetulnya Indonesia bisa meningkat.
Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa namun jika tidak didukung dengan sumber daya manusia yang tangguh akan jadi masalah. Untuk itu kita harus mampu mempersiapkan SDM yang tangguh. Pendidikan yang terbaik itu melalui praktik. Teori dan praktik yang banyak. Tempat praktik menjadi penting. Dengan adanya 1400 pabrik lebih dari 29 negara, Jababeka menjadi pusat praktik yang menarik. Tapi bagimana menyambung kebutuhan pendidikan dengan pabrik-pabrik yang butuh tenaga terampil. Kita bangunlah education park tujuh tahun yang lalu dengan mendatangkan tenaga-tenaga pendidik dari universitas-universitas yang baik.Terutama yang mau mengubah pola dari banyak teori ke praktik.
President University merupakan pionir dan lima tahun yang lalu kita juga bangun Akademi Tehnik Mesin Cikarang dan akan berekspansi lebih besar lagi. Begitu pula dengan President University berkembang dengan fakultas-fakultas yang baru.
Kita juga mendirikan riset center yang tujuannya untuk melihat apa sebetulnya yang menjadi kekuatan Indonesia. Kekuatan Indonesia terletak pada flora dan fauna atau sumber daya alam (SDA) yang kuat. SDA yang kuat ini harus diolah teknologinya. Jadi riset kita pertama harus memanfaatkan bioteknologi, sehingga tumbuh-tumbuhan di Indonesia apakah dari perkebunan, pertanian, buah-buhan, sayuran dan lain-lain bisa diolah dan memberikan nilai tambah yang tinggi lewati bioteknologi. Pengembangan bioteknologi ini kita terjemahkan dengan membangun medical city seluas 74 hektar. Lahan tersebut akan menjadi kawasan industri kesehatan yang didukung dengan kawasan pendidikan.

Jadi Jababeka akan lebih fokus pada pembanguan kawasan pendidikan dan kesehatan?
Sebenarnya kita punya tiga pilar. Pilar pertama adalah bioteknologi yaitu mengelola kekayaan alam kita dengan teknologi bio kemudian diterjemahkan dalam lapangan dalam membangun proyek medical city. Pilar kedua kita adalah pengembangan seni dan budaya. Kita ini mempunyai lebih dari 3000 etnik atau suku yang mempunyai budaya yang berbeda-beda. Ini harus dimanfaatkan dalam bidang art and design.
Tuhan mencipatakan alam ini dengan kebhinnekaannya dan itulah kekuatan Indoensia. Kita mempunyai Bhinneka Tunggal Ika. Nah kebhinnekaan ini harus dikelola dan diterjemahkan dalam bentuk riset art and design. Melalui art and design kita bisa kuat dalam pemasaran produk kita. Contohnya batik kalau dipakai menjadi sarung mungkin harganya Rp20.000-Rp30.000. Tapi begitu menjadi painting harganya bisa menjadi puluhan juta rupiah.
Negara kita kaya sekali akan budaya coba saja lihat di Sarinah Departemen Store begitu banyak kerajinan dari Sabang sampai Merauke tapi nilainya tidak tinggi karena belum diterjemahkan dalam bentuk art and design. Itu sebabnya kita harus melakukan riset. Selain itu kita juga harus mendidik anak-anak kita agar bisa membuat barang-barang yang sebetulnya murah tapi karena dikemas dengan bagus dan didesain dengan baik plus ditampilkan sebagai art sehingga menjadi mahal. Nah itu semua diterjemahkan di Jababeka dengan membangun movie land seluas 36 hektare.
Movie atau film itu menyangkut art, desain, fashion dan lain sebagainya. Film itu kan tidak hanya sebagai tontonan belaka tapi juga bisa sebagai pendidikan sehigga kita buat kawasan industri perfilman yang disebut Indonesia Movie Land atau akan menjadi Hollywood-nya Indonesia. Saat ini setidaknya sudah ada tiga investor yang tengah menjajaki pembangun studio yakni Multivision, Castle Aviga, dan satu investor asing asal Perancis.
Pilar ketiga adalah informasi dan komunikasi teknologi. Kalau kita mau mengejar ketinggalan di bidang pendidikan, marketing, teknologi dan lainnya dengan negara-negara maju maka kita harus memanfaatkan dan mengembangkan ICT. Kalau anak-anak kita itu bisa mengunakan komputer, akses ke internet, dan bisa mengembangkan software dibidang informasi dan teknologi maka kita bisa cepat majunya. Dengan ICT anak-anak bisa cepat belajar bahasa asing, mereka bisa cepat berhubungan dengan negara-negara lain sehingga tiak ada lagi barrier untuk belajar. Apa yang terjadi di Amerika hari ini kita juga bisa belajar hari ini. Gap waktu menjadi tidak ada karena apa yang anak-anak Amerika belajar hari ini anak Indonesia di mana pun bisa belajar sehingga ITC itu harus dikuasai. Maka pilar ketiga kita dengan membangun kawasan industri cyber. ITC park kita bangun. Di sana kita sudah bangun training center hibah dari Korea sebesar US$ 10 jutar. Nah dengan ketiga pilar ini kita menjadi lengkap.
Ini adalah kreasi-kreasi dimana kita harus mampu mengubah dari potential demand menjadi existing demand. Potensi kita itu tinggi namum belum eksis. Kalau kita bicara sumber daya, kita kaya sekali sumber daya baik alam mau pun manusia. Sumber daya manusia kita banyak sekali lebih dari 200 juta jiwa. Tapi itu semua belum existing baru potensi. Maka kita harus mampu mengkonversikan semua itu menjadi existing demand setahap demi setahap.

***

Pria bernama lengkap Setyono Djuandi Darmono ini memiliki ketertarikan besar terhadap pelestarian budaya Indonesia. Baginya Indonesia merupakan
negara yang kaya akan seni dan budaya. Sunguh sangat disayangkan jika kekayaan tersebut tidak bisa bermafaat bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Hal inilah yang membuat pria berusia 60 tahun ini ikut aktif dalam upaya konservasi Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko dan bergabung di PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko. Di perusahaan itu ia menjabat sebagai Komisaris Utama. Menurutnya Candi Borobudur sebagai warisan dunia yang termasuk dalam World Heritage List yang dikeluarkan oleh United Nation Educational, Sceintific. and Cultural Organization (UNESCO) telah menjadi kebanggan dan landmark Indonesia, dan seharusnya dapat menjadi sumber devisa negara dari sektor pariwisata. “Kita harus bisa manjadikan Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko sebagai destinasi kelas dunia atau “world class” culture and tourist destination,” ujarnya.

***

Seperti apa konsep medical city yang akan Jababeka bangun?
Medical city yang akan kita bangun bener-benar terintegrasi, lengkap dan terpadu. Kita akan buat rumah sakit umum namun memiliki spesialisasi jantung. Kalau jantung menjadi spesialisasi maka yang lainnya juga akan menjadi bagus sebab komplikasinya tidak hanya jantung tapi juga menyangkut liver, ginjal dan segala macam.
Rumah sakit ini untuk melayani karyawan dari 1400 pabrik yang ada di sana beserta penduduk Cikarang. Para karywan pabrik dan penduduk di sana merupakan pasar yang besar. Saat ini sudah lebih dari satu juta orang yang tinggal di daerah sana.
Medical city juga harus didukung oleh fakultas kedokteran dan perawat yang berbahasa inggris dan didukung oleh tenaga-tenaga asing serta memanfaatkan teknologi-teknologi muktahir. Kita juga akan bangun pusat laboratorium. Selain itu kita juga akan bangun hotel untuk menampung orang-orang di seluruh Indonesia dan orang dari negara lain yang berobat. Ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan industri kesehatan Indonesia setaraf internasional.
Kita berharap dengan adanya rumah sakit bertaraf international ini masyarakat saat ini yang gemar berobat ke luar negeri bisa berobat di dalam negeri. Kalau masyarakat berobatnya ke luar negeri merupakan disinsentif bagi perekonomian Indonesia akibat terbuangnya devisa negara.

Berapa besar nilai investasi untuk semua proyek tersebut?
Saya biasanya hitung-hitungannya begini, setiap satu meter persegi memerlukan investasi Rp10 juta. Jadi kalau 36 hektare untuk kawasan perfilman berarti membutuhakan investasi Rp 3,6 triliun. Maka kalau 74 hektare untuk medical city maka investasinya sekitar Rp7,4 triliun. Ini baru hitungan kasar saja.

Dari mana pendanaanya untuk proyek-proyek tersebut?
Kita memang tidak akan mampu mengerjakan semuanya sendiri, kita menyediakan lahan dan sumber daya manusia dan juga pembangunan-pembanguan dasar. Maka pendanaannya berasal dari pembeli, bank, investor yang tertarik bekeja sama. Kita juga berencana melakukan right issue dan menerbitkan obligasi

Berapa besar obligasi yang akan diterbitkan dan kapan rencananya akan menerbitkan obligasi tersebut?
Saat ini memang belum ada. Tapi kita harus kerjakan. Secepatnya begitu ekonomi mulai membaik kita akan terbitkan. Kalau kita terbitkan saat ini dan pasarnya juga sedang lesu percuma saja kita menerbitkan.

Di tengah krisis sepeti ini Jababeka tetap membangun dan menjalankan proyek-proyek tersebut. Apa krisis ini tidak berdampak terhadap Jababeka?
Kalau bicara tentang krisis ya jelas semua sedang terkena. Cuman kalau kita bandingkan dengan negara lain kita ini paling kecil dampaknya. Ekonomi yang paling bagus di dunia saat ini kan Cina, India dan Indonesia. Ketiga negara ini kan yang diperdiksi masih akan tumbuh. Jadi kalau kita tidak berani berfikir positif dan berani bertindak, maka kita akan kehilangan kesempatan. Yang penting inovasi dan keberanian bertindak. Menghadapi krisis ini jangan takut tapi harus berani. Merah putih harus disadari maknanya berani karena benar. Krisis ini bukan karena kita tapi karena Amerika Serikat. Justru saat ini kita harus mengambil kesempatan untuk terus menjalankan rencana yang ada.

Kapan target penyelesaian proyek-proyek tersebut?
Saya tidak akan meramalkan. Pembangunan itu harus berjalan terus sebab ini bukan pabrik. Konsep kita adalah mengubah potential demand menjadi existing demand. Ini pembangun yang terus berkelanjutan.

Dulu Jababeka juga sempat berencana membangun kawasan energi atau Energy City. Sejauh mana realisasi dari proyek tersebut?
Tiga tahun lalu memang ada investor dari Qatar mereka ingin membuat energy city. Saat ini kita masih menunggu, mereka juga masih melihat-lihat kondisi Indonesia. Konsep energy city sendiri adalah kumpulnya para pemain industri energi disatu tempat untuk bisa mengembangkan energi, networking dan lain sebagainya. Mungkin itu lain waktu kita akan kembangkan. Sekarang kita belum siap betul. Infrastruktur kita belum mendukung, jalan tol harus diperbaiki dan ditambah, lapangan terbangan juga harus dibangun di Bekasi dan kita juga harus bangun pelabuhan. Jadi Indonesia masih butuh waktu dan saat ini masih belum tepat. Singapura aja belum kok.

Boks Kunci Sukses PT Jababeka Tbk
1.Menitikberatkan pada pengembangan SDM
2.Membuat kawasan yang terintegrasi dan terpadu.
3.Berani menghadapi krisis dan mengambil kesempatan untuk tetap menjalankan rencana yang ada.
4.Memanfaatkan potential demand menjadi existing demand

3 thoughts on “Jababeka:Mengubah Potential Demand Menjadi Existing Demand

  1. Mohon segera direalisakan pemasangan WTP mandiri (bukan PDAM) ke sektor graha asri. perumahan tersebut paling dekat dengan proyek medical city. karena daerah jababeka untuk sektor perum graha asri ini pelayanan air bersih sangat memprihatinkan. pelayanan dari PDAM BEKASI selama ini sangat2 mengecewakan warga graha asri. terima kasih…!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s