Interview

CIMB Islamic Bank Berhad Siap Menjadi Tiga Besar Islamic Bank di Asia

Interview
Chief Executive Officer CIMB Islamic Bank Badlisyah Abdul Ghani

Indonesia memang negara dengan dominasi umat muslim terbesar. Tapi kalau bicara soal perkembangan ekonomi syariah, Indonesia masih kalah jauh dibanding Malaysia. Negara serumpun Indonesia ini sudah memulai mengembangkan konsep ekonomi syariah sejak puluhan tahun lalu, bahkan tahap development syariah yang berlangsung sekarang di Indonesia sudah dilakukan Malaysia di sekitar tahun 1983. Namun sebagai negara dengan mayoritas muslim, jelas pasar Indonesia terbilang menggiurkan. Sayangnya perkembangan Islamic financial di Indonesia masih memblunder pada perdebatan mana produk yang do able dan mana yang tidak. Padahal konsep ekonomi berbasis syariah diyakini tahan terhadap krisis bahkan menjadi salah satu jalan terbebas dari krisis. CIMB Islamic Bank Berhad adalah bagian dari CIMB Group yang menawarkan produk finansial berbasis syariah dikenal sebagai pioner dalam Islamic financial semakin mantap untuk berekspansi. Ditemui secara khusus di sela-sela Asian Financial Forum yang berlangsung di Hong Kong beberapa waktu lalu, Chief Executive Officer CIMB Islamic Bank Berhad, Badlisyah Abdul Ghani memaparkan tentang prospek ekonomi berbasis syariah dan prediksinya bagi Indonesia kepada Evi Ratnasari dari Warta Ekonomi. Berikut petikannya:

Sistem keuangan syariah disebut-sebut tahan dan bisa menjadi salah satu jalan keluar dari krisis, tanggapan Anda?
Disaat krisis ini tampak bahwa sistem keuangan syariah tidak terkena dampaknya, padahal aktivitas ekonomi memang mengalami penurunan, tapi kami tidak mengalami suffer seperti yang dialami sistem keuangan konvensional. Syariah bisa tahan terhadap krisis karena dalam beberapa produknya jelas lebih strick ketimbang produk keuangan konvensional karena ketika Anda membeli produk syariah Anda harus bisa memastikan untuk apa investasi tersebut digunakan.

Apakah menurut Anda sistem keuangan konvesional harus belajar dari sistem keuangan berbasis syariah?
Ada beberapa hal yang bisa di pelajari dari sistem keuangan syariah. Pertama sebagai suatu sistem keuangan tetap harus menyediakan produk yang mampu membuat dana nasabah tumbuh atau produktif. Tapi kita kembangkan dana tersebut ke produk yang jelas dan riil. Kedua kita tidak menjanjikan secara ekstrim keuntungan yang sangat besar kepada nasabah dan ketiga nasabah harus benar-benar tahu dana itu diinvestasikan untuk apa dan kemana.

Bagaimana potensi bisnis keuanga syariah jika dibandingkan dengan konvensional?
Bisnis keuangan syariah akan berkembang dan terus tumbuh. Namun kalau dilihat dari nilainya saat ini memang relatif kecil kalau dibanding dengan konvensional market. Kalau Anda melihat ke capital market, bisa dikatakan di tahun 2006 secara global baru sekitar US$13,8 miliar, sedangka konvensional jauh di atas itu. Jadi memang masih kecil tapi masih akan terus berkembang. Pertumbuhan syariah secara global dari tahun ke tahun sekitar 20% sedangkan kalau untuk Malaysia pertumbuhannya secara year on year sekitar 35%.

Di tengah krisis saat ini menurut Anda peluang dan tantangan apa yang di hadapi oleh bisnis keuangan syariah?
Kesempatannya adalah sangat mungkin masuk ke market dan menyediakan apa yang dibutuhkan oleh pasar. Sedangkan tantangannya adalah harus bisa meyakinkan dan memastikan kepada pasar bahwa keuangan syariah menyediakan produk yang kompetitif dan berkualitas tinggi dan memiliki komitmen penuh untuk menyediakan kebutuhan pasar.

Dalam pertemuan KTT G-20 pada November lalu, negara-negara maju mendesak agar adanya reformasi sistem keuangan di bank dunia dan IMF. Apakah menurut Anda sistem keuangan syariah bisa menjadi salah satu sistem yang berlaku secara global?
Hal ini sempat mencuat karena Bank Dunia dan lembaga kuangan lainnya seperti IMF negara anggotanya terdiri dari beberapa negara islam dan mereka punya pengetahuan untuk menyediakan layanan berbasis syariah. Namun selama ini memang belum ada yang memikirkan bahwa Islamic fnancial akan menjadi salah satu mainstream.

***

Badlisyah Abdul Ghani bergabung dengan CIMB Group sejak tahun 2002, ia resmi menjabat CEO Islamic Bank Berhad sejak 2006 silam. Usianya relatif muda, masih 34 tahun, namun ia dikenal sebagai salah satu leader di dunia Islamic financial, ia yang memperkenalkan SUKUK al Ijarah, Istina’ SUKUK dan Musyarakah ABS/RMBS kepada dunia. Tahun 2004, ia masuk dalam jajaran Global Top 20 Pioneers in Islamic Finance dari Euromoney, pada 2007 ia terpilih sebagai Islamic Banker of the Year dan Best Individual Banker in 2007 dari Islamic Finance News Poll, terakhir ajang The Asian Banker Achievement Awards 2007, lulusan University of Leeds, United Kingdom ini dianugerahi gelar The Asian Banker Promising Young Banker Award for Malaysia 2007. Selain itu ia juga menjabat sebagai Direktur untuk CIMB Islamic Investment House (Bahrain) dan CIMB Islamic Funds LCC Limited (Brunei Darusalam). Melihat pasar Indonesia yang menggiurkan Badil begitu ia biasa disapa, bertekad akan terus mengembangkan ekspansinya di Indonesia. “250 cabang di Indonesia ditambah branch lainnya di Malaysia itu akan membuat CIMB Group menjadi bank Islam terbesar dalam hal jaringan. Kami siap untuk menjadi tiga besar Islamic Bank di Asia jika dilihat dari total aset dan jumlah deposit,” tegasnya.

***

Apa bedanya syariah Indonesia dan Malaysia menurut penilaian Anda?
Perbedaannya pada level development, Malaysia memulai jauh lebih awal yakni sejak 1953 dan Malaysia telah melewati semua proses mulai dari pembangunan infrastrukturnya yang dibutuhkan, termasuk juga soal produk dan frameworknya. Sementara Indonesia baru saja memulai. Jadi yang dilakukan Indonesia sekarang adalah apa yang dilakukan Malaysia selama berpuluh tahun lalu. Level development yang dilakukan Indonesia sekarang sudah dilakukan Malaysia sekitar tahun 1983-1984. Perbedaan lainnya karena Malaysia sudah mempunyai struktur market, dan semua syariah produk tidak kami batasi untuk beredar di market. Tapi di Indonesia masih membahas apa yang bisa diterapkan sementara di Malaysia semua produk do able. Di Indonesia masih dibahas mana yang benar dan mana yang tidak. Sementara Malaysia tidak mau membuang waktu untuk membahas mana yang do able dan tidak. Produk yang available di Indonesia jelas available juga untuk Malaysia. Padahal pasar Indonesia jauh lebih besar ketimbang Malaysia. Di Timur Tengah kondisinya juga sama dengan Indonesia, masih dalam tataran perdebatan mana produk yang do able dan tidak.

Seberapa besar pasar syariah di Indonesia?
Sangat kecil jika dibandingkan dengan Malaysia. Nilai total aset di Indonesia sekitar US$ 300 miliar padahal populasinya sekitar 200 jutaan. Artinya kalau Anda punya 10% dari populasi yang menggunakan jasa keuangan syariah maka akan menjadi lebih besar ketimbang Malaysia. Jadi kalau kita punya dua juta customer saja di Indonesia maka akan jauh melebihi jumlah custumer yang ada di Malaysia. Itu gambaran potensinya.

Artinya Indonesia menjadi pasar yang sangat menggoda bagai CIMB?
Iya. Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pasar keuangan berbasis syariah terbesar. Kita punya CIMB Niaga Syariah di Indonesia, kita punya 250 cabang yang siap menyebarkan produk kita. Kita juga sudah mendapatkan lisensi dari Bank Indonesia. Dalam dua sampai tiga tahun ke depan kami akan membangun 400 cabang lagi untuk menjual produk CIMB syariah di Indonesia. Nanti semua cabang yang dimiliki CIMB Niaga tentu akan menjual produk-produk syariah.

Bagaimana dengan target CIMB syariah sendiri?
Kalau kita melihat jumlah cabang di Indonesia sebanyak 250 cabang ditambah dengan 350 lainnya di Malaysia itu akan membuat CIMB Group menjadi bank Islam terbesar dalam hal jarinagn. Target kami sendiri yakni menjadi tiga besar Islamic bank di Asia jika dilihat dari total aset dan jumlah deposit. Kalau secara group bisnis syariah saat ini menempati peringkat kelima dalam bisnis grup CIMB atau masih kurang dari 10%. Dalam dua atau tiga tahun lagi kami akan meningkatkan porsinya menjadi sekitar 20% karena itu kami akan terus membuat produk-produk yang sesuai syariah.

Berapa besar target yang ingin dicapai oleh CIMB Syariah di Indonesia?
Semua produk yang kita lepas di Malaysia tentu akan kita lempar juga di Indonesia dan ini tentu akan meningkatkan market share di Indonesia. Secara konservatif kita akan melihat 1% peningkatan terhadap market share di Indonesia, walaupun saya percaya akan ada ruang untuk share yang lebih besar. Karena secara statistik di Indonesia masih agak rumit dan kita masih memastikan angkanya. Kami ingin menjadi lima besar di Indonesia dalam total aset dan dana pihak ketiga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s