Ekspansi &Peluang Bisnis

Bakrie & Brothers : Mengincar Dana dari Green Fund

Di 2010 ini Bakrie & Brothers (BNBR) memiliki sejumlah agenda besar. Selain meningkatkan kepemilikannya di sejumlah anak usaha BNBR juga berencana melakukan global roadshow.

Sabtu 30 Januari lalu jam menunjukan pukul 09:20 wib ketika Bobby Gafur Umar memasuki coffe shop di hotel Darmawangsa. Pagi itu Bobby berpenampilan kasual dan nampak lebih santai. Menggunakan kemeja putih dan denim berwarna hitam. “Maaf terlambat,” ujarnya sambil tersenyum. “Kita ngobrol di lounge saja ya,” sambungnya sambil bergegas menuju lounge hotel. Pria berusia 43 tahun itu pada Juni 2009 lalu baru ditunjuk kembali sebagai CEO Bakrie & Brothers (BNBR). Sebelumnya pada tahun 2002 – 2008 ia juga sempat memegang tanggung jawab yang sama. Hanya saja, kala itu BNBR adalah perusahan holding atau operasional. Berbeda dengan sekarang yang telah bertransformasi menjadi perusahaan investasi. Sejak 2008 lalu BNBR melakukan transformasi bisnis dari perusahaan holding menjadi strategic investment company. Kini tanggung jawab mengawal transformasi itu ada di pundak Bobby. “ Saat ini kita tengah melakukan perubahan-perubahan sekaligus perencanaan,” ujarnya.

Alumni University of Arkansas, Amerika Serikat ini melanjutkan, salah satu bentuk perubahaan yang dilakukannya adalah dengan melakukan penataan ulang organisasi den melakukan pergantian manajemen. BNBR akan memperkuat organisasinya dengan memperbanyak orang-orang keuangan. Salah satunya dengan menempatkan Michael Lucente mantan managing director di Merrill Lynch menjadi chief of investment officer. BNBR juga membentuk divisi baru yakni divisi investment.

Mengincar Natural Resaources & Energi

Menyangkut aksi korporasi, di 2010 ini Bobby mengatakan akan mengincar perusahaan-perusahaan yang terkait dengan sumber daya alam (natural resources) dan energi. “Dua industri tersebut menurut saya memiliki prospek yang bagus. Kebetulan di grup kita ada Bumi Resources dan Bakrie Sumatera Plantation. Jadi kita akan mencoba meningkat kepemilikan di Bumi dan Bakrie Sumatera Plantation,” paparnya.

Namun di sisi lain Bobby menambahkan, pihaknya melihat tahun ini properti mengalami kebangkitan dan memiliki prospek yang bagus. Apalagi harga properti di Indonesia dalam pandangannya masih terbilang murah. Jadi BNBR juga berencana untuk menambah kepemilikannya di Bakrieland Development. Untuk kepemilikan di Bumi Resources dan Bakrie Development , BNBR berencana menguasai lebih dari 20% saham. Akibat krisis pada 2008 lalu BNBR harus rela melepaskan kepemilikannya di Bumi Resources dari 35% menjadi 16%. “Sekarang kita sudah menuju angka di atas 20%, kita kumpulkan lagi karena kita percaya Bumi memiliki potensi upside. Kedua, di Bakrie Developmet dari 14,5% sekarang sudah 21%. Dari seluruh portofolio, kita punya target menjadi pengendali,” ujar pria yang baru saja menjalankan ibadah umroh pada 2009 lalu itu.

Tak hanya menambah kepemilikan di beberapa anak usaha yang dianggap memiliki potensi dan prospek yang baik, BNBR juga berencana mengurangi kepemilikannya di beberapa perusahaan yang dianggap kurang menguntungkan atau kurang memberikan kontribusi seperti perusahaan pipa. Sayangnya Bobby menolak menyebutkan berapa besar porsi pengurangan saham di perusahaan tersebut. “Kita tidak bisa sebut angkanya tapi angkanya cukup signifikan. Target kita minimum memiliki 10%,” katanya.

Global Roadshow

Selain menambah atau mengurangi kepemilikan saham di anak usaha, BNBR juga berencana menggandeng mitra strategis. Program global roadshow akan dilakukan mulai Februari tahun ini dan merupakan kelanjutan regional roadshow yang telah dilakukan pada tahun lalu. Adapun negara yang akan dikunjunginya adalah Jerman dan Inggris. Setelah itu Bobby akan terbang ke Timur Tengah termasuk ke Dubai. Meski Dubai sempat jatuh, pria jebolan Fakultas Teknik Universitas Trisakti pada 1992 ini melihat Dubai akan kembali stabil dalam waktu dekat. Di bulan Maret dan April perjalanan Bobby akan berlanjut ke Amerika dan Eropa.

Bobby mengatakan perjalanannya ke Negeri Hitler untuk mendapatkan akses dana dari hedge fund yang bergerak di bidang sustainable energi atau disebut green fund. Sedangkan di London, Inggris dirinya bertemu dengan fund manager yang tertarik untuk masuk ke emerging market dan melakukan pertemuan dengan beberapa calon mitra strategis yang akan digandeng oleh BNBR untuk masuk di PT Bakrie Metal Industries (BMI). Namun sayangnya Bobby kembali mengunci mulutnya rapat-rapat dan tidak menyebutkan siapa mitra startegis yang ditemuinya itu. “Mereka pemain besar bukan dari Eropa. Masih pretty early untuk diberi tahu, kita di sana masih harus presentasi, tapi mereka sudah datang ke pabrik kita melihat-lihat, dan untuk manajemennya kita masih konsultasikan lagi,” Bobby menjelaskan.

BMI adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan semua produk logam berat dan bisnis konstruksi. BMI yang didirikan pada 2008 lalu ini menghasilkan bauran produk yang luas, termasuk rangkaian lengkap pipa baja dan rekayasa, rekayasa dunia dan jasa konstruksi, baja bergelombang, bahan bangunan dan produk besi cor. Rekanan BMI, saat ini antara lain Jasa Marga, Pertamina, Perusahaan Gas Negara, Caltex, Gulf Resources, Amtrade Internasional, dan ConocoPhilliips.

BNBR juga telah menciapkan skema penawaran umum perdana (IPO) untuk anak usahanya yang lain yakni Bakrie Indo Infrastruktur. “Untuk infrastruktur harus kita persiapkan dulu satu sampai dua tahun lagi,” ungkapnya. PT Bakrie Indo Infrastruktur merupakan perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur yang didirikan pada 2008. Bakrie Indo Infrastruktur bergerak di proyek pembangunan jalan tol, pembangkit listrik, infrastruktur, minyak dan gas dan telekomunikasi. Saat ini, proyek yang tengah digarapnya adalah PLTU Tanjung Jati A dan Jalan Tol Cimanggis-Cibitung.

Jeli Melihat Peluang

Dalam pandangan Pardomuan Sihombing, kepala riset Paramitha Alfa Securities transformasi bisnis yang dilakukan BNBR akan membuat perusahaan lebih fokus pada strategi. Berbeda dengan holding yang lebih banyak melakukan operasional. Dengan menjadi perusahaan investasi perusahaan yang didirikan oleh Ahmad Bakrie ini akan lebih lincah dan mudah dalam mengakses dana global sehingga akan lebih ekspansif.

Menyangkut rencana global roadshow yang dilakukan dalam waktu dekat, menurutnya BNBR memiliki peluang dan bisa mengantongi banyak uang jika bisa meyakinkan para investor bahwa BNBR akan memberikan retrun yang tinggi. Apalagi secara umum Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang positif dan memiliki kelebihan sumber daya alam dan BNBR memiliki sejumlah portfolio yang bergerak di sumber daya alam. ”Selama barangnya bagus dan bisa memberikan return yang baik BNBR bisa menggandeng investor mana saja. Uang itukan selalu mengalir ketempat yang returnnya tinggi,” cetusnya.

Salah satu peluang yang cukup jeli ditangkap oleh BNBR lanjut Pardomuan adalah berusaha untuk mengakses dana dari green fund. “ Kalau BNBR menjadikan green fund sebagai target mereka, BNBR cukup jeli dalam melihat peluang ini. Sebab saat ini ada kewajiban di negara-negara maju atau industri untuk menekan emisi karbon di negaranya. Dana yang disediakan untuk program itu cukup besar,” paparnya.

Berapa besar dana green fund ini? Rachmat Witoelar, ketua dewan nasional perubahan iklim dalam kesempatan yang berbeda mengatakan, dalam konfrensi Kopenhagen, Denmark akhir Desember lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mematok target menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26% pada 2020. Ada sekitar 26,6 juta hektare lahan yang direncanakan akan diperdagangkan dalam proyek carbon offset. Rachmat memperkirakan dengan penurunan sebesar 26%, Indonesia memiliki potensi mendapatkan pemasukan lebih dari satu miliar dolar. Sedangkan Indonesia Forest Climate alliance memperkirakan pendapatan yang akan diperoleh melalui skema REDD (reduced emissions from deforestation and degradation ) yaitu sekitar US$ 500 juta sampai dengan US$2 miliar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s