Uncategorized

Harga Dari Sebuah Komunitas

Beberapa perusahaan besar rela menggelontorkan uang ratusan juta dollar untuk membeli situs jejaring sosial (social networking). Wajarkah nilai itu?

Empat tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2005 raja media Rupert Murdoch rela merogoh koceknya sebesar US$580 juta untuk membeli MySpace sebuah jejaring sosial (social networking) yang didirikan Tom Anderson dan Chris De Wolf. Dua tahun kemudian langkah Rupert Murdoch ini ternyata juga diikuti oleh perusahaan penyedia piranti lunak terbesar di dunia Microsoft. Pada tahun 2007 yang lalu perusahaan milik Bill Gates ini menggelontorkan uang senilai US$240 juta untuk mendapatkan 1,6% saham situs jejaring sosial Facebook. Kala itu nilai Facebook dipatok sebesarUS$ 15 miliar. Selain mendapatkan saham 1,6% transaksi ini memberikan kepada Microsoft kemitraan ekslusif dalam memasarkan iklan di situs Facebook.

Tidak hanya Microsoft yang tertarik berinvestasi di Facebook. Sebuah perusahaan asal Rusia, Digital Sky Technologies, juga melirik jejaring sosial yang didirikan pada tahun 2004 itu.Pada Mei 2009 lalu Digital Sky Technology berhasil membeli 1,96% saham Facebook dengan harga $200 juta (£126 juta). Mark Zuckerberg bos Facebook mengatakan sejumlah perusahaan telah mendekati, namun dalam pandangannya Digital Sky Technology tetap paling unggul karena sudut pandang global yang mereka punyai.

Digital Sky Technology telah berinvestasi di sejumlah perusahaan internet di seluruh Rusia dan Eropa Timur. Selain itu Digital Sky Technology memiliki dua situs jejaring sosial besar, Fortikom da vKontakte, ditambah dengan sebuah portal internet Rusia, Mail.ru. Ragam usaha yang dijalankan sangat bervariasi, seperti misalnya pembayaran dalam jumlah kecil dari para pengguna, dan juga menjual barang secara online. Sedangkan Facebook yang bermarkas di Amerika Serikat kini telah memiliki lebih dari 300 juta anggota di seluruh dunia.

Berita penjualan jejaring sosial yang teranyar adalah penjualan Friendster ke perusahaan Malaysia MOL Global Pte Ltd. MOU Global merupakan bagian dari MOL AccessPortal Berhad yang merupakan penyedia solusi pembayaran online terbesar di Malaysia. Pemilik saham terbesar MOL adalah Tan Sri Vincent Tan, chariman dan CEO Berjaya Corporation Berhad, konglomerasi Negeri Jiran yang disebut-sebut memiliki pendapatan tahunan US$1,8 miliar. Dalam akuisisi ini, MOL akan mengambil alih 100%kepemilikan Friendster dan kabarnya MOL meminang Friendster senilai USD100 juta.

Akusisi terhadap Friendster merupakan bagian dari strategi MOL dalam menjalankan bisnis. MOL akan mengintegrasikan layanan jejaring sosial online tersebut dengan jaringan ritel oline-nya untuk menggarap pasar komunitas pengguna khususnya di Asia.

MOL saat ini telah menjalin kerja sama dengan 70 produsen game online yang telah menghasilkan 200 jenis game. Selain itu, MOL juga sudah menjalin kerja sama dengan penyedia konten video, musik, dan film. Jaringan pembayarannya baik online maupun oline telah menjangkau 75 negara dengan 500.000 lokasi penjualan. Meski demikian, pangsa pasar utamanya masih Singapura, Indonesia,Filipina, Thailand, dan India.Sebelum akuisisi ini, MOL sudah menjalin kemitraan dengan Friendster sebagai penyedia sistem pembayaran melalui the Friendster Wallet dan the Friendster Gift Shop. Layanan ini akan diperluas ke jaringan bisnis MOL termasuk franchise yang dipegang Tan Sri Vincent seperti Strabucks, 7-Eleven, Krispy Kreme, dan Wendy’s.

Harga Dari Sebuah Komunitas

Jika melihat nilai penjualan situs jejaring sosial yang mencapai ratusan juta dolar, muncul pertanyaan wjarkah nilai akuisisi dari situs-situs tersbut?. Apa yang membuat nilai dari sebuah jejaring sosial seperti Facebook, friendster, Myspace bisa mencapai ratusan juta dollar? Menurut Hasnul Suhaimi, presiden direktur PT Excelcomindo Pratama (XL), itulah nilai dari sebuah komunitas. “Kalau yang saya amati, nilai jejaring sosial menjadi tinggi karena komunitasnya sudah terbentuk dan orang yang membeli bisa menghitung value dari komunitas,”cetusnya.

Hasnul juga menjelaskan dalam jejaring dunia maya selain terbentuknya suatu komunitas, profil dari komunitas itu juga lengkap, mulai nama, asal, hobi, hal-hal favoritnya, jaringan orangnya background pendidikan, sampai kisaran umur. “ Inilah yang mahal, karena dengan profil yang lengkap suatu perusahaan bisa membidik segmen pasarnya dengan tepat dan menjadi lebih efektif. Dengan membeli situs pertemanan seperti Friendster, Facebook, MySpace dan sejenihnya semua profile tadi akan didapat dengan mudah. Tanpa perlu usaha yang sangat rumit, dan membutuhkan proses lama. ”ungkapnya.

Selain itu menurut Hasnul saat ini kebutuhan mengakses situs jejaring sosial sedang diminati dan telah menjadi bagian dari gaya hidup. Hal ini juga yang membuat XL meluncurkan Funbook. Funbook adalah sebuah layanan terbaru dalam foto dan video sharing dari exelcomindo yang disebut juga dengan XL Funbook. Dengan layanan ini para penggunanya tidak hanya bisa chatt di facebook tapi juga dapat melakukan upload, publish dan sharing media antar teman, online ke publik bahkan upload foto facebook dari hp. Selain facebook para penggunanya daapat menggunakan jejaring sosial network lainnya seperti friendster dan flicker. Setiap foto/video yang di upload, pelanggan dikenakan biaya.

Menurut I Made Harta Wijaya, VP Value Added Service (VAS) & New Services Development XL nilai bisnis dari funbook saat ini memang belum terlalu besar, namun kedepan tentu akan menjanjikan. Jumlah pengguna Funbook saat ini telah mencapai 150.000 pelanggan..”Saat ini nilai bisnisnya masih kecil,”akunya.

Selain XL, operator seluler lainnya yang meluncurkan jejaring sosial bagi pelanggannya adalah Telkomsel dengan meluncurkan situs http://www.mypulau.com. MyPulau merupakan layanan jejaring sosial yang memungkinkan pelanggan mengintegrasikan seluruh fitur favoritnya secara online.“My Pulau merupakan inovasi layanan jejaring sosial hasil karya anak bangsa sendiri dan diciptakan khusus untuk orang Indonesia sehingga menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia,” ungkap Mark Chambers, VP Product Marketing Telkomsel pada saat peluncuran mypulau pada pertengahan November lalu.

Mark juga menambahkan Telkomesl meluncurkan mypulau karena mengakses situs jejaring sosial sudah menjadi kebutuhan pokok dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari gaya hidup masa kini. Fitur menarik yang disediakan MyPulau antara lain My Profile (menampilkan profil unik pengguna), My Friends (menambah jaringan pertemanan), My Groups (menciptakan komunitas pertemanan sendiri), My Photos (koleksi foto), My Video (koleksi video), My Calendar (menyusun jadwal dan agenda), My Blog (menulis blog), dan My Messages (mengirim pesan ke teman).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s