Ekspansi &Peluang Bisnis

Bisnis Jasa Keamanan : Menuai Berkah Dari Targedi Jumat Pagi

Bagi bisnis jasa keamanan, tragedi jumat pagi, 17 Juli 2009 lalu merupakan berkah tersendiri. Mereka kecipratan rezeki dan kini mereka berlomba-lomba menciptakan rasa aman.

Kewalahan!. Itulah kata yang meluncur dari mulut Adi Mahfudz presiden direktur PT Esa Garda Pratama untuk menggambarkan betapa derasnya order yang mengalir ke perusahaannya pasca peledakan bom JW Marriott – Ritz Carlton pada Jumat 17 Juli lalu. Saking kewalahan Adi sampai mau mencari invetor baru untuk menyuntikan modal ke perusahaannya. “ Ada peningkatan order memang. Soal angka sulit disebutkan, tapi gambarannya kita sudah kewalahan. Makanya kalau ada investor baru, ayo saya bisa buktikan banyak pekerjaan menanti khususnya di bidang keamanan,”ujarnya bersemangat.

Hal serupa juga dirasakan oleh perusahaan jasa keamanan lainnya seperti PT Gardatama Nusantara milik Prabowo Subianto dan PT Group 4 Securicor Indonesia (G4S). Menurut Jeffrey ZA Baadilla direktur utama PT Gardatama Nusantara banyak surat penawaran kerjasama dari beberapa perusahaan besar salah satunya dari perusahaan otomotif ternama asal Amerika Serikat. “ Memang ada peningkatan order. Sudah ada beberapa surat-surat permintaan untuk mengawal chief executive officer (CEO) khususnya asing dan juga rumah mereka. Salah satunya dari General Motors,”ungkap purnawirawan jendral berbintang dua itu. Sayangnya Jeffry menolak menyebutkan berapa banyak jumlah order yang masuk pasca peledakan bom pada Juli lalu. “Sulit untuk melakukan perhitungan peningkatan order karena baru 13 hari,”kilahnya.

G4S juga mengakui adanya permintaan dari klien untuk melakukan pengetatan prosedur keamanan. Selain itu menurut Yohan Setiadhi country sales manager PT G4S Indonesia ada juga beberapa perusahaan asing yang dekat dengan lokasi pemboman di Kuningam secara langsung meminta penambahan jumlah keamanan. “Memang ada permintaan peningkatan dan pengetatan keamanan dari perusahaan asing yang berlokasi di Mega Kuningan,”ujarnya.

Diakui Adi bisnis jasa keamanan adalah salah satu bisnis yang menuai berkah dari targedi Jumat pagi itu. Jika pada umumnya bisnis bisa berjalan kalau situasinya aman, tidak ada ancaman bom, perampokan dan unjuk rasa. Hal itu nampaknya tidak berlaku bagi bisnis jasa keamanan. Bisnis jasa keamanan justru menuai berkahah ketika kondisi tidak aman “Itulah uniknya bisnis keamanan. Semakin negara tidak tenteram maka orderan pun semakin banyak,” papar pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) itu.

Kedepan Adi yakin peluang bisnis jasa keamanan di Indonesia semakin menjanjikan, meskipun masih belum ada data yang menunjukan berapa besar potensi pasar jasa keamanan saat ini. “Memang belum ada data berapa perbandingan antara kebutuhan dan pasokan. ABUJPI belum melakukan riset,” akunya. Namun pria yang juga aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ini melihat masih banyak perusahaan yang menggunakan keamanan sendiri (inhouse) yang kemampuan dan jumlah personilnya terbatas. Sementara kedepan perusahaan dituntut untuk fokus pada bisnis intinya (core business) sehingga akan semakin banyak perusahaan yang akan memakai jasa keamanan secara ousourcing daripada merekrut jasa keamanan sendiri.

Sedangkan menurut Jeffry ada beberapa alasan mengapa bisnis jasa keamanan akan semakin berkembang. Diantaranya sistem pengamanan di Indonesia belum ketat, khususnya di hotel. Pemeriksaan masih sebatas tamu dan itu pun belum maksimal. Contohnya jika berhadapan dengan orang penting, petugas keamanan cenderung meloloskan dan segan untuk memeriksa barang maupun mobil mereka. Padahal, prosedur keamanan seharusnya dilakukan tanpa pandang buluh termasuk teman, keluarga dan orang yang dikenal sekalipun.

Di samping itu, belum ada tindakan preventive terhadap setiap barang yang masuk ke dalam hotel seperti mobil supplier yang membawa makanan (catering), pemeliharaan barang (house keeping) atau pemelihara bunga (florist). Padahal saluran tersebut juga berpotensi menjadi saluran bagi bahan peledak atau bom. “Jadi masih banyak celah. Masih kurang menyentuh aspek lain yang sebenarnya dapat berpotensi sebagai sumber bom,”cetusnya.

Faktor lain yang membuat bisnis jasa keamanan berkembang karena potensi bisnis di Indonesia sangat besar dan ruang lingkup Indonesia yang sangat luas dimana tersebar perusahaan-perusahaan besar nasional maupun multinasional. Dalam pandangan Jeffry bisnis keamanan akan berkembang seiring dengan banyaknya investasi perusahaan yang ada di Indonesia. “ Mereka tentu membutuhkan pengamanan terhadap asset perusahaan,”jelasnya.

Pengamat keamanan yang juga mantan Wakil KSAD Letjen (Purn) Kiki Syahnarkri juga menilai bahwa bisnis keamanan memiliki prospek yang menjanjikan terbukti dengan sudah masuknya pemain asing di industri jasa keamanan seperi G4S Indonesia. “Hal ini harus menjadi tantangan bagi penyedia binis keamanan dalam negeri. Mereka harus bisa meningkatkan profesionalitas masing-masing anggotanya, kalau tidak akan banyak klien memilih menggunakan jasa keamanan asing”cetusnya. Berdasarkan catatan Mabes Polri saat ini ada sekitar 500 perusahaan penyedia jasa keamanan. Dari jumlah itu hanya 330 perusahaan yang menjadi anggota ABUJAPI.

Berlomba-lomba Menciptakan Rasa Aman

Untuk memenangkan kompetisi, perusahaan penyedia jasa keamanan berusaha menciptakan layanan yang terbaik bagi pelanggaanya. Karena itulah mereka berlomba-lomba menciptakan rasa aman mulai dari mendidik personilnya, menyediakan berbagai jenis layanan sampai mendapatakan sertifikasi yang diakui dunia seperti ISO.

Menurut Adi kunci sukses dari bisnis jasa keamanan adalah kemampuan dari personilnya dalam menciptakan rasa aman bagi pelanggan. Karena itu personil keamanan harus dididik agar memiliki rasa hati-hati (awarenes ) yang tinggi. Adi mencontohakn peristiwa yang terjadi pada hotel JW Marriott – Ritz Carlton. Menurutnya pengeboman itu bisa terjadi karena banyaknya kelalaian manusia. Ia heran mengapa pihak keamaanan hotel tidak menaruh curiga padahal ada beberapa kejanggalan. Misalnya Pelaku tidak keluar kamar selama dua hari dan pada saat penghuni kamar menelepon resepsionis untuk meminta bantuan ternyata yang dikirim si florist kenapa bukan office boy.“Mau sistem secanggih apapun kalau SDM-nya tidak dididik mustahil bisa aman. Bahkan dalam bisnis, sebelum bicara soal sistem, SDA, manajemen, yang perlu dibangun adalah SDM.”paparnya.

Selain menumbuhkan rasa sensitivitas dan kecurigaan kepada petugas menurut Jeffry petugas keamanan juga harus dilatih untuk bertindak sopan dalam memeriksa para tamu. Hal ini diperlukan agar para tamu bersedia dengan senang hati untuk diperiksa dan bersikap kooperatif. Petugas juga harus menjalanka pemeriksaan sesuai prosedur agar nilai service dan security dapat seimbang sehingga tamu tetap meras nyaman.

Menyangkut sertifikasi seperti ISO menurut Adi kini telah menjadi tuntutan dalam bisnis jasa keamanan jika ingin mendapatkan klien-klien kelas kakap atau perusahaan multinasional. “Kami menyesuaikan dengan kebutuhan klien. Biasanya klien paling suka kalau vendornya atau patner bisnisnya mengerti akan sistemnya. Rata-rata klien industri biasanya menggunakan standar ISO. Hampir seluruh manager saya sudah sertifikasi ISO.”cetusnya. Perusahaan-perusahaan yang menggunakan jasa Esa Gada Pratama diantaranya PT Aqua Golden Misisipi, Group Danoe, Adira Quantum, RSCM dan ASDP seluruh pelabuhan wilayah timur.

Pentingnya sertifikasi dalam menjalankan bisnis keamanan juga disadari oleh Gardatama, itu sebabnya perusahaan yang didirikan pada tahun 2004 ini tidak hanya berusaha mendapatkan ISO tapi juga sertifikasi dan penghargaan lainnya. Pada tahun 2007 Gardatama berhasil mendapat penghargaan Kapolri sebagai tiga perusahaan jasa keamanan terbaik di Indonesia. Perusahaan ini juga menjadi yang pertama mendapat ISO 9001 (manajemen mutu) dan ODHAS 18001 (manajemen keamanan dan keselamatan).

Hal ini lah menurut Jeffry yang membuat banyak perusahaan asing memilih menggunakan jasa perusahaannya. Saat ini setidaknya ada lebih dari 50 perusahaan yang menggunakan jasa keamanan Gardatama Nusantara. Beberapa klien-klien Gardatama itu diantaranya adalah Chevron Pasific Indonesia, Total E&P Indonesia, Corrocoat Indonesia, Bontang Exploration Company, Danoe Dairy Indonesia, Nation Petroleom dan Geologistic International Indo. Kedepan Gardatama juga akan menyalurkan tenaga keamanannya ke negara lain seperti Arab Saudi dan Dubai.

Bisnis yang Menggiurkan

Menurut Adi cikal bakal bisnis keamaan berawal dari satuan pengamanan (Satpam). Mantan Kapolri 1978 – 1982 Jend Awaludin Djamin lah yang mencetuskan berdirinya Satpam sebagai mitra kerja untuk membantu pihak kepolisiaan melalui Skep Kapolri 30 Desember 1980 nomor polisi: Skep/126/XII/1980. Ini menujukan bahwa satuan pengamanan sudah ada payung hukumnya. Hanya saja saat itu sinyal bisnisnya belum menggejala karena kebutuhan di lapangan belum ada. “Persepsi masyarakat juga tidak menganggap security sebagai profesi tapi diposisikan sama dengan hansip atau centeng,”cetusnya.

Seiring berjalannya waktu dan kebutuhan masyarakat terhadap jasa keamanaan bisnis jasa keamanan kini juga semakin beragam, tidak hanya sebagai tenaga keamanan (Satpam). Bisnis jasa keamanan semakin berkembang. Selain menyediakan tenaga keamanan, mereka juga menyediakan tenaga keamanan pribadi (body guard), penyelamatan, jasa pengawalan barang berharga dan bisnis perangkat keamanan. Seperti G4S Indonesia yang menyediakan cash management atau cash services, manned security, security systems dan jasa keamanaan lainnya seperti corporate investigations, security training , consultancy services. Yohan mengatakan dari seluruh layanan jasa keamanan yang disediakan, perusahaan berhasil meraih omzet lebih dari Rp500 miliar per tahun.

Sama dengan G4S Indonesia, Esa Garda Pratama dan Gardatama Nusantara juga menyediakan beberapa jenis jasa keamanan kepada pelanggannya. Jasa yang diberikan oleh Esa Garda Pratama adalah security guard, device, consultant, training and education, cash and transit dan keamanan menggunakan anjing pelacak. Sayangnya Adi tidak mengungkapkan berapa omzet yang berhasil diraupnya dari bisnis ini.

Sedangkan Gardatama Nusantara menawarkan penyediaan tenaga keamanan, konsultasi keamanan, bantuan penyelamatan, pendidikan dan latihan keamanan, penerapan peralatan keamanan, kawal angkut uang dan barang berharga. Sejauh ini. penyediaan tenaga pengamanan merupakan unggulan dari perusahaan yang berdiri pada 1997 ini. Untuk memantapakan posisinya di bisnis jasa keamanan Gardatama telah membagun sekolah pembinaan tenaga keamanan di Yogyakarta untuk melatih tingkat sensitivitas dan psikologis para pertugas. Selain itu akan menyalurkan tenaga keamanan ke luar negeri dengan ke negara lain seperti Arab Saudi dan Dubai. Bidang usaha juga dikembangkan ke arah IT Security dan akan menyediakan layanan mengambil dan mengantar uang. Mengenai omzet Jeffry juga menolak menyebutkannya. Hanya saja Jeffry memberikan sinyal bahwa bergerak dibisnis keamanan menguntungkan. “ Saat perusahaan ini berdiri, kita minus, namun kini dari tahun ketahun kita tumbuh dan sekarang hasilnya positif,”jelasnya.

Alasan Berkembangnya Bisnis Keamanan
Tidak stabilnya kondisi keamanan
Pengamanan yang masih belum ketat
Masih banyak perusahaan yang menggunakan jasa keamanan inhouse
Tuntutan perusahaan untuk fokus pada bisnis inti
Tumbuh seiring dengan investasi

Layanan Bisnis Keamanan
Tenaga keamanan,
Konsultasi keamanan
Bantuan penyelamatan,
Pendidikan dan latihan keamanan,
Peralatan keamanan
Cash management
Cash services,
Security systems
Corporate investigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s