Ekspansi &Peluang Bisnis

It’s Time To Cath Up!

Kondisi perekonomian di tahun 2010 diprediksi akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Bisnis-bisnis apa saja yang akan booming di tahun bersio macan itu?

Wajah optimis menghadapi tahun 2010 nampak jelas terlihat di wajah Stanley S Atamadja orang nomor satu di PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk itu. Baginya 2010 merupakan momentum untuk bersiap-siap menyongsong sesuatu yang lebih baik dan membuat pertumbuhan bagi perusahaan. Di 2009 lalu perusahaan yang sudah berdiri selama 18 tahun itu tidak mencatat pertumbuhan. “Di 2009 kita zero growth,” ungkap Stanley. Target zero growth menurut pria peraih penghargaan CEO idaman ini karena situasi ekonomi yang tidak menentu di tahun 2008 dan 2009 akibat krisis financial yang dihembuskan dari negeri Paman Sam. “Kalau di 2009 ketidakpastian itu ada, apakah akan memburuk terus ataukah akan membaik,” cetusnya

Menjelang akhir 2009 terlihat tanda-tanda perekonomian global dan nasional membaik. Perekonomian Amerika Serikat (AS) misalnya pada triwulan ketiga 2009 lalu tumbuh 2,2%, membaik dibanding triwulan sebelumya 0,7%. Demikian juga di kawasan Uni Eropa yang mulai tumbuh positif 0,4% pada kuartal tiga 2009. Sebagai perbandingan pada tiga bulan sebelumnya, zona euro masih terkontraksi 0,2%.

Prediksi dari beberapa lembaga keuangan pun menujukan tren yang positif.Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dalam laporan terakhirnya memproyeksikan perekonomian dunia pada 2010 akan mencatatkan pertumbuhan hingga 3,1% dari proyeksi tahun ini yang minus 1,1%. Sedangka Bank Pembangunan Asia (Asia Development Bank/ADB) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk 2009 dan 2010 bagi negara-negara berkembang di kawasan Asia masing-masing 4,5% dan 6,6%. Padahal, tiga bulan sebelumnya ADB hanya mematok proyeksi pertumbuhan masing-masing 3,9% dan 6,4% untuk tahun 2009 dan 2010.

Sedangkan untuk perekonomian Indonesia menurut William Wallace kepala Bank Dunia di Indonesia, Indonesia akan menutup tahun 2009 dengan positif. Tren positif yang mulai terjadi di kuartal ketiga 2009 berlanjut ke kuartal keempat dan diperkirakan terus naik di 2010. “ Prospek ekonomi Indonesia telah membaik dalam tiga bulan terakhir. Perekonomian diperkirakan tumbuh 4,5% di tahun 2009, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 4,3%. Sedangkan pertumbuhan 2010 diprediksi naik menjadi 5,65% lebih tinggi dari perkiraan seblumnya sebesar 5,4% dan sekitar 6% di tahun 2011,” ujarnya.

Wallace mengatakan perbaikan ekonomi terlihat dalam kegiatan investasi, terutama dalam bangunan, mesin dan peralatan, transportasi dan komunikasi, konsumsi listrik dan produksi semen, serta ekspor. Di samping itu, konsumsi domestik juga merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Wallace juga menambahkan, konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh sebesar 5,1% sejalan dengan laju inflasi yang moderat.”Pertumbuhan investasi diperkirakan naik di 2010 karena proyeksi kenaikan dalam harga komoditas dan permintaan eksternal, juga akses pembiayaan yang lebih mudah,”kata dia. Pemerintah Indonesia sendiri pada 2010 menargetkan pertumbuhan 5,5%.

Terkait pertumbuhan kredit Bank Dunia mengaku optimistis dan tahun depan pertumbuhan kredit diperkirakan bisa sampai 20%, kendati pertumbuhan kredit tahun ini hanya mencapai 5%. Di 2009 terdapat permohonan kredit yang belum dicairkan sebesar 20%. Wallace memperkirakan, permohonan kredit tersebut akan dicairkan dalam tiga bulan pertama tahun 2010 sehingga bisa mendorong pertumbuhan kredit hingga 20%.
Sementara itu Tony Prasetiantono ekonom BNI mengatakan, pertumbuhan kredit akan terakselerasi pada kuartal kedua 2010 karena adanya inflasi yang tinggi sehingga bisa menaikkan suku bunga yang tinggi. “Inflasi tidak selalu negatif. Tapi itu bisa mengindikasikan daya beli yang tinggi,” ujarnya.

Tony melanjutkan pertumbuhan kredit yang normal adalah sekitar 25%, jadi Indonesia harus mau mengenjot pertumbuhan kreditnya tahun depan. Untuk BI Rate ia memprediksi akan naik menjadi sekitar 6,75-7 % karena inflasi juga naik dan gairah ekonomi yang membaik serta kemungkinan harga komoditas dunia seperti minyak, karet, timah dan CPO ikut naik. Rupiah akan menguat hingga kisaran Rp9000-an,

Melihat sejuknya ekonomi 2010 itu, Stanley mengatakan tidak akan melepaskan momentum di tahun bersio harimau ini. “Tahun 2010 merupakan tahun momentum yang harus dimanfaatkan untuk tumbuh, karena kalau tidak kita akan terbawa ke dalam suatu kondisi yang berat terus dan terlambat. Kalau tidak To late to cath up!,” tegasnya.

Century dan CAFTA Menjadi Batu Sandungan

Meski kondisi ekonomi 2010 akan lebih sejuk dibanding 2009, risiko yang harus dihadapi kalangan dunia usaha diperkirakan akan semakin tinggi pula. Setidaknya ada dua hal yang menjadi batu sandungan. Pertama kasus Bank Century yang menyebabkan merosotnya kepercayaan kepada pemerintahan dan ketidaksiapan dunia usaha menghadapi Chinese Asean Free Trade (CAFTA).

Menurut Tony kasus bank Century sangat mempengaruhi kondisi ekonomi 2010. Ia mengatakan ada dua skenario yang akan terjadi bila Sri Mulyani dan Boediono itu diganti. Pertama jika Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wapres Boediono mundur dan digantikan oleh orang yang tidak kredibel. Maka, pasar akan merespon dengan menarik capital inflow, nilai tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah. Skenario kedua adalah hanya Sri Mulyani yang diganti. Dikhawatirkan, pasar akan merespon negatif atas penggantian tersebut dan menyebabkan penarikan hot money yang ada di pasar bursa. Padahal, separuh investor di Indonesia merupakan investor asing jangka pendek. Dana asing di pasar saham saat ini lebih dari 50%. Bila investor asing ini keluar dari Indonesia, maka kondisi makro akan terganggu. “Masalahnya kondisi nilai tukar dan IHSG kita banyak dipengaruhi oleh sentimen dan bukan fundamental. Sehingga saat ada sentimen kecil pun, kondisi makro akan goyang,” tandasnya.

Pendapat serupa juga diungkapkan Budi Ruseno analis Bhakti Securities. Menurutnya penyelesaian kasus Bank Century akan berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia 2010. Jika kasus Bank Century bisa diselesaikan dengan baik dan politik dalam negeri stabil maka kepercayaan dunia internasional akan tinggi sehingga aliran capital inflow ke Indonesia akan tetap tinggi sehingga target pertumbuhan mencapai 6% bisa teralisasi. “Sebaliknya, jika kasus Bank Century berakhir tidak ‘happy ending’ seperti mundurnya Sri Mulyani dan Boediona , maka akan berdampak pada stabilitas politik dan ekonomi di tanah air sehingga target pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tidak akan terealisasi,” ungkapnya saat menyampaikan outlook ekonomi 2010 pada pertengahan Desember lalu di Jakarta.

Terkait pelaksanaan kesepakatan CAFTA Tony menilai lebih banyak merugikan Indonesia lantaran produk yang ditawarkan Indonesia tidak dapat bersaing dengan produk yang dipasarkan Cina. Dengan begitu Indonesia harus memproduksi barang yang bersifat complementary. Sementara produk Indonesia dengan Cina itu umumnya kompetitor. “Nah kalau antara kita dengan Cina ya yang menang ya pasti Cina lah wong cadangan devisa besar, efisiensinya tinggi karena penduduknya lebih besar, upah buruhnya lebih murah,” ujarnya.

Tony menawarkan dua solusi. Pertama ditunda. Lalu kedua, mengajukan CEPT (common effectively preferencial tariff). Jadi tidak semua tarif dinolkan, tetapi ada yang digradasikan. Misalnya untuk satu produk tertentu dinyatakan siap dan silahkan tarifnya nol. Lalu untuk produk lain yang belum siap, ya nanti dulu. Ingat China juga melakukan hal yang sama ketika WTO. Ketika WTO untuk produk property right, China tidak mau karena China merupakan pembajak software dan beberapa produk yang tertinggi di dunia. Kalau itu dilakukan maka habis Cina.

Pemerintah kabarnya sudah menyiapkan tiga opsi notifikasi bagi sektor berdaya saing rendah.Tiga opsi notifikasi itu: pertama, pertukaran sektor yang lebih siap terlebih dulu; kedua, penundaan penerapan sampai tahun 2018; ketiga, melakukan modifikasi tarif lantaran pemerintah menilai interval tarif 0% sampai 5% itu terlalu pendek.

Selain kasus Century dan CAFTA hal lain yang juga perlu diperhitungkan adalah itu kenaikan harga minyak bumi. Selama 2009 harga minyak mengalami fluktuasi. Pada 2009, harga minyak mentah bergerak dari US$43 per barel dan sempat menembus US$80 per barel. Desember 2009 dan sempat merosot dikisaran US$72 per barel ketika Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memutuskan untuk tidak mengubah level produksi minyak.

Dengan kondisi demikian, bisnis-bisnis apa saja yang bakal booming atau tumbuh tinggi tahun depan? Disini, sebuah bisnis layak disebut bakal mengalami booming bila pertumbuhannya lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional rata-rata, yakni 5,5% dan sekaligus juga telah memperhitungkan laju inflasi, yang diperkirakan sebesar 5% tahun depan. Jadi, bila juga dengan memperhitungkan pula deviasinya, maka sebuah bisnis layak disebut booming bila pertumbuhannya lebih dari 15%.

Tony memprediksi kemungkinan harga komoditas dunia seperti minyak, karet, timah dan CPO ikut naik pada 2010. SedangkanMenurut Bambang P.S. Brodjonegoro direktur Islamic Research and Training Institute – IDB (Islamic Development Bank) seiring dengan proses pemulihan ekonomi global, maka bisnis yang berorientasi ekspor akan mulai pulih dan berpotensi tumbuh cepat, terutama ekspor sumber daya alam yang merupakan andalan ekspor Indonesia sampai saat ini.

Guru besar FEUI ini juga mengatakan pemulihan ekonomi yang juga akan dirasakan dampaknya oleh sebagian besar masyarakat Indonesia sendiri juga akan memicu pertumbuhan yang cukup cepat dari konsumsi dalam negeri sehingga bisnis yang berkaitan dengan kebutuhan konsumsi masyarakat terutama makanan dan ritel tetap akan kuat di tahun 2010. “Yang patut juga diperhatikan adalah pertumbuhan bisnis jasa seperti pariwisata, transportasi, telekomunikasi dimana besar kemungkinan bisnis tsb akan tumbuh cukup kuat di tahun 2010 seiring dengan membaiknya pendapatan rata-rata masyarakat dan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas,” ujarnya.

Bisnis Booming 2010

Ada beberapa bisnis yang diprediksi bakal melesat pada 2010 diantaranya otomotif, telekomunikasi, ritel, penerbangan, perbankan dan pembiayaan, consumer goods, asuransi, batubara dan CPO. Sektor otomotif masih akan tetap kinclong. Meski tahun lalu Indonesia terkena imbas krisis penjualan kendaraan bermotor tetap tinggi. Berdasarkan data yang dilansir Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), penjulan mobil pada 2009 diperkirakaan bisa menembus 470 ribu unit. Sementara dari pihak AISI ( Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) penjualan motor hingga Oktober 2009 tercatat 4,6 juta unit. Di 2010 diperkirakan industri otomotif akan tumbuh hingga 20%. Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Freddy A. Sutrisno melihat, prospek tahun depan sangat cerah. Tren penguatan rupiah dan layunya bunga kredit akan mendorong pasar mobil nasional. Ia pun menargetkan penjualan mobil bisa mencapai 555.000 unit tahun depan.

Booming penjualan kendaraan bermotor ikut mendorong kian bergairahnya bisnis pembiayaan. Menurut Stanley industri pembiayaan akan berbanding lurus dengan industri otomotif. “Kalau saya lihat industri otomotif akan tumbuhan antara 20-25%. Seharusnya industri pembiayaan juga tumbuh sebesar itu,” cetusnya. Dalam pandangan Stanley industri otomotif dan multifainance memiliki hubungan simbiosis mutualisme. “Perusahaan otomotif boleh produksi banyak tapi yang melakukan pembiayaan tidak ada. Siapa yang mau beli mobil dan motor tunai. Di Indonesia ini tidak ada daya beli tapi ada kemampuan mencicil kuat. Sebaliknya ada pembiayaan tetapi kalau kualitas dari produk itu jelek, siapa juga yang mau beli. Penjualan otomotif sekarang ini sekitar 85% melalui kredit,” paparnya.

Pebisnis ritel juga tak kalah optimis menghadapi tahun 2010. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mematok omzet penjualan ritel tumbuh minimum 20% menjadi Rp 100 triliun di 2010. Pada 2009, target Aprindo sekitar Rp 80 triliun, naik 15% dari 2008. Benjamin J. Mailool ketua umum Aprindo optimis target pertumbuhan 20% bakal tercapai sebab para peritel yang sempat mengerem ekspansinya akan kembali ekspansi dengan memperluas jaringan tokonya. Selain itu laju ekspansi usaha ritel juga didorong oleh pertumbuhan bisnis properti, pertokoan, serta pusat belanja di Indonesia yang akan mulai mengeliat lagi di 2010.Teguh Satria ketua umum Real Estat Indonesia (REI) mengamini bahwa industri properti nasional akan bergerak positif pada 2010. Teguh mengatakan, pertumbuhan properti pada 2010 mendatang diperkirakan akan berkisar pada 10-20%.

Di 2010 bisnis kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dan batubara akan kembali berjaya. Dipasar internasional harga CPO terus membaik. Kenaikan harga tersebut seiring dengan kebutuhan CPO dunia yang juga meningkat. Data Bloomberg menunjukkan, selama paruh kedua 2009 ini, harga CPO di pasar Rotterdam berada di kisaran US$ 650-US$ 780 per ton. Di tahun 2010 ini pemerintah menargetkan, produksi CPO mencapai 22 juta ton, meningkat 15,8% dari produksi tahun 2009 yang sekitar 19 juta ton. Dalam 10 tahun yang medatang, pemerintah berharap, produksi CPO bisa mencapai 40 juta ton.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s