Uncategorized

Buku Tandingan Gurita Cikeas yang Mencari Sensasi

Buku tandingan Gurita Cikeas telah terbit Rabu, 6 Januari 2010 lalu. Judulnya Hanya Fitnah & Cari Sensasi, George Revisi Buku. Saat aku lihat fisik buku itu, pertama-tama yang melintas dalam otak ku adalah ini buku atau buklet atau buletin. Baiklah don’t judge a book by its cover. Akhirnya helai demi helai halaman buku itupun kubaca. Hasilnya??? Kecewa!!! dan sangat,sangat,sangat jauh dari ekspektasi!!!. Mengapa??? Jika membaca judulnya tentu kita berharap di dalam buku ini ada fakta atau temuan baru yang bisa menangkis tudingan-tudingan George Junus Aditjondro seperti yang diungkapkan dalam buku Membongkar Gurita Cikeas: di Balik Kasus Bank Century.

Namun sayang itu semua tidak bisa ditemukan dalam buku setebal 31 halaman tersebut. Sang penulis berdalih karena penyusunannya yang terbilang singkat. “Saya menyusunnya hanya dalam waktu sehari. Buku itu mulai ditulis mulai Sabtu 2 Januari lalu dan selesai keesokan harinya,” ujarnya saat jumpa pers peluncuran bukunya di Hotel Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Januari 2010.
Melalui bukunya tersebut, Setiyardi yang pernah satu perguruan dengan George di Majalah Tempo ini ingin menunjukkan sejumlah kelemahan buku George sekaligus sebagai sumber informasi alternatif kepada masyarakat. Dalam pandangan pria kelahiran Lampung, 30 Maret 1971 itu buku George yang diluncurkan pada Desember 2009 itu memuat sejumlah kelemahan dari sisi metodologi penulisan dan konten. Menurutnya, George banyak membuat kesimpulan berdasarkan data sekunder tanpa melakukan konfirmasi.

Setiyardi juga membandingkan buku Membongkar Gurita Cikeas dengan buku George yang berjudul Korupsi Kepresidenan di Masa Orde Baru”. Dalam buku itu, George melihat salah satu metode korupsi adalah melalui yayasan. Dalam buku itu kata Setiyardi, George berhasil menunjukkan praktik korupsi abuse of power melalui Keputusan Presiden yang memerintahkan penyetoran dana publik ke yayasan tertentu. Tapi dalam buku Membongkar Gurita Cikeas dalam penilaian Setiyardi, George bukan hanya gagal menunjukkan fakta otentik mengenai abuse of power tapi dalam pendirian yayasan, tapi juga gagal memberi bukti SBY memanfaatkan dana bail out Century dan penggunaan dana BUMN untuk menjadi logistik kemenangannya.George hanya mengutip sebuah berita bahwa ada aliran dana dari seorang konglomerat kepada sebuah yayasan yang dipimpin orang dekat SBY. Namun berita itu hanyalah data sekunder, tanpa ada verifikasi kepada pengurus dan pengelola yayasan tersebut.

Dalam kesempatan itu Setiyardi juga membantah jika ada pesanan Istana dalam pembuatan buku tersebut. “Tidak ada pesanan dari Istana, Partai Demokrat, atau PDIP,” ungkapnya. Dia juga menegaskan bahwa keuntungan finansial menjadi salah satu alasan kuat mengapa buku itu disusun.
Ia memastikan buku setebal 31 halaman yang diterbitkannya murni untuk kepentingan bisnis.
“”Tidak bisa dipungkiri, secara bisnis ini menarik,” cetus Setiyardi yang adalah pemilik perusahaan penerbitan bernama Senopati Media.

Setiyardi memproduksi 10 ribu eksemplar untuk cetakan pertama. Ia bekerja sama dengan sejumlah toko buku untuk memasarkannya. Di pasaran, buku itu dihargai Rp 15 ribu per eksempar dengan lembar isi full colour. Kalau Setiyardi menganggap George hanya mencari sensasi. Lantas yang dia lakukan disebut apa kalau bukan mencari sensasi dengan memberi judul yang bombastis. Secara pribadi saya sepakat bahwa buku George memiliki perbaikan dan perlu melakukan verifikasi data. Tapi jangan kekurangan itu dijadikan untuk kepentingan pribadi dengan menuduh bahwa Goerge melakukan fitnah dan mencari sensai. Jadi sebenarnya siapa sih yang mencari sensasi???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s